
Dalam kasus tertentu alergi pada orang tertentu bisa berakibat fatal seperti alergi terhadap Penicillin. Namun tidak perlu khawatir karena sebagian besar alergi adalah yang umum terjadi dan akibat yang ditimbulkan tidak begitu serius. Namun dalam kasus alergi kebanyakan yang terjadi di masyarakat beriklim tropis seperti negara Indonesia adalah berbentuk gatal-gatal, jerawat dan ruam yang meski tidak berbahaya tetapi mengganggu secara estetika. Berikut ini kita bahas artikel tentang Penyebab Alergi Ringan yang sering diderita kebanyakan orang terutama di Indonesia dan cara mengatasinya.
Beberapa contoh penyebab alergi ringan adalah:
1. Debu, terutama debu yang tersimpan lama di sekitar tempat tinggal kita seperti debu di atas almari, debu yang menempel di pigura hiasan rumah, di pembaringan seperti sprei, bantal dan guling terutama yang berbahan kapuk. Serta debu dari polusi kendaraan dan industri disekitar kita. Debu ini dapat menimbulkan alergi baik melalui pernafasan atau melalui kontak dengan kulit.2. Bahan Tertentu, seperti bahan perhiasan, arloji, kosmetika dan lainnya yang kontak langsung dengan kulit.
3. Binatang berukuran kecil, seperti tungau dan binatang peliharaan seperti bulu kucing dan anjing.
4. Bahan makanan, seperti udang, kacang-kacangan, coklat dan beberapa bahan tambahan pada makanan. Dengan semakin mudahnya memperoleh makanan berprotein tinggi dengan jumlah berlebih juga memberikan kemungkinan terjadi alergi karena tubuh tidak mampu mencerna semua dengan sempurna.
5. Alergi Ringan Lain, Alergi yang disebabkan hal-hal yang belum diketahui.
Seperti yang disebutkan di atas bahwa reaksi alergi adalah upaya tubuh untuk melindungi diri maka faktor daya tahan tubuh seseorang memegang peranan penting. Hal pertama yang dilakukan jika kita ingin mengatasi alergi adalah memperbaiki daya tahan tubuh dengan mencukupi gizi, cukup gerak/olahraga, cukup istirahat dan mengatasi stress.
Hal yang kedua adalah memperhatikan mengapa kita mengalami alergi tersebut sementara orang lain tidak, apakah kita mempunyai kebiasaan yang salah, cara mengolah makanan yang tidak benar?.malas mengganti sprei dan membersihkan perabot rumah kita secara rutin? Apakah alergi itu sejak kecil kita derita atau hanya baru-baru ini saja terjadi alerginya? Apakah alergi juga dialami oleh garis keturunan kita, saudara-saudara kita, ayah,ibu, nenek dan seterusnya.
Yang ketiga, perhatikan makanan kita sehari-hari apakah cenderung mengandung bahan tambahan makanan yang berasal dari zat kimia, seperti bumbu-bumbu penyedap rasa. Apakah kita cenderung meninggalkan bumbu alami warisan nenek moyang kita, menggantinya dengan bumbu kimia karena alasan lebih praktis? Padahal bumbu-bumbu nenek moyang kita dulu selain memberikan cita rasa yang enak juga mempunyai tujuan menetralisir bahan-bahan alergen. Untuk diketahui bumbu-bumbu tempo dulu banyak mengandung empon-empon, biji-bijian dan bagian tanaman seperti daun atau kulit kayu yang berbau khas. Akhir-akhir ini banyak sekali penelitian yang membuktikan bahwa bahan-bahan tersebut berkhasiat memperbaiki pencernakan, memproteksi hati dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Baiklah, mungkin saja kita bisa mengendalikan penyebab alergi di rumah dan lingkungan kita karena boleh jadi alergen yang ada di lingkungan rumah sudah diadaptasi oleh tubuh lantas bagaimana dengan alergi yang disebabkan karena mobilitas kita? Sebagaimana kita ketahui manusia sekarang jarang yang seharian berada di lingkungan rumahnya atau hanya disekitar ladang tempatnya bertahun-tahun berinteraksi. Sekarang manusia cenderung mempunyai mobilitas tinggi mendatangi tempat tempat yang tidak diadaptasi oleh tubuhnya sejak kecil. Semua itu adalah tuntutan perkembangan jaman. Setiap anak harus sekolah dan berinteraksi dengan hal-hal yang baru, ibu-ibu rumah tangga juga semakin banyak mempunyai kegiatan di luar rumah, apalagi ibu–ibu yang bekerja. Semua itu secara tidak langsung menjadikan manusia terpapar berbagai zat baru yang sebagian bisa menjadi allergen tubuhnya baik melalui makanan yang dibelinya di jalan, debu di jalan, gaya hidup di jalan, polusi di jalan dan masih banyak lagi sementara kita tidak berdaya mengendalikannya.
Jadi bagaimana dong? tidak perlu ketakutan berlebihan terhadap zat-zat yang berpotensi menimbulkan alergi karena ketakutan itu sendiri bisa memudahkan seseorang terkena alergi. Nah jika kita ingin tidak mudah terkena alergi maka kita harus memperbaiki gaya hidup dan tidak malas melakukan kebiasaan hidup bersih. Tidak sembarangan membeli makanan yang tidak higienis dan berkualitas rendah. Mengelola stress dengan bijak serta menghindari polusi semampu kita, sebaiknya menggunakan pelindung tubuh seperti payung, jaket atau masker di tempat terbuka dan berpotensi polusi seperti di jalan raya yang padat.
Nah kalau sudah terlanjur terkena alergi ringan bagaimana cara mengatasinya? Umumnya kita membeli obat antialergi yang bekerja sebagai antihistamin yang biasa dijual di apotik seperti chlor-trimeton (Chlorpheniramin Maleate). Obat ini dalam waktu singkat efektif mengatasi alergi tetapi mempunyai efek mengantuk sehingga bagi anda yang akan bepergian atau bekerja menggunakan mesin sebaiknya menghindari penggunaan obat ini atau sementara harus menunda pekerjaannya dahulu. Untuk anda yang mempunyai masalah dengan ginjal, punya kelainan dalam pencernakan, konstipasi, pembengkaan prostat, atau kelainan kelenjar tiroid tidak boleh menggunakan obat ini. Dan masih banyak lagi obat anti alergi kimia yang penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.
Walaupun sekarang telah banyak obat kimia untuk alergi yang tidak menyebabkan mengantuk tetapi selalu obat ini mempunyai efek samping yang harus diperhatikan seperti jantung berdegup lebih kencang, menyebabkan penyakit maag dan menyebabkan osteoporosis pada pemakaian jangka panjang
Jaman dahulu sebelum adanya obat-obatan kimia, nenek moyang kita sudah meramu obat anti alergi ini yang biasa disebut jamu bersih darah dengan berbagai versi tergantung daerah asal jamu itu dibuat. Di dalam ramuan ini terutama terdiri dari komponen empon-empon seperti kunyit dan jahe. Serta beberapa macam daun-daunan yang berasa pahit seperti sambiloto. Jamu Bersih Darah ini biasanya diberikan jika seseorang mengalami gatal-gatal, berjerawat yang banyak dan sering menderita bisul serta korengan. Mereka dahulu memahaminya sebagai istilah darahnya kotor walaupun dalam perkembangan jaman istilah itu sudah dianggap tidak tepat lagi tetapi begitulah ramuan ini berkhasiat dan sudah dibuktikan serta digunakan secara turun temurun sehingga menjadi salah satu warisan nenek moyang yang bermanfaat. Ramuan ini sudah tidak popular lagi diminum secara langsung didaerah perkotaan karena sulit mencari bahan dan rasa pahit yang tidak bisa ditoleransi. Ibu-ibu penjual jamu gendong pun sudah tidak terlalu diminati karena rasa pahit tersebut.
Dengan teknologi yang terus berkembang jamu bersih darah ini oleh beberapa industri obat tradisional disajikan dalam bentuk sediaan farmasi yang dapat dikonsumsi lebih mudah, praktis dan tidak pahit. Dari beberapa industri obat tradisional yang memproduksi jamu bersih darah dalam bentuk kapsul ini yang terpopuler adalah Jamu Bersih Darah Kembang Bulan yang diproduksi sejak tahun 1991 dan kemudian diganti namanya menjadi Clean Blood Capsule (Kapsul Bersih Darah).